Berserah Diri

Manusia diciptakan tidak lain hanya untuk mengabdi kepada Tuhan semata dan tidak untuk mati kecuali dalam keadaan berserah diri padaNya. Ketika berserah diri hanya padaNya maka kita menjadi orang yang merdeka sepenuhnya, tidak menuhankan yang lain selainNya. Inilah jalan hidup yang universal dan sempurna. Keberserahdirian secara total (islam yang kaffah) hendaklah menjadi jalan hidup (sebagai pilihan), bukan Islam sebagai label atau sebagai agama warisan.

Thursday, February 1, 2007

Ibadah

›
"Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, tetapi akan Aku khususkan untuk mereka yang bertaqwa yang mensucikan diri (berzakah)" (7:156)...
Saturday, December 16, 2006

memilih din

›
Sebagian besar manusia menganut suatu ajaran berdasarkan apa yang mereka dapati dan warisi dari orang tua maupun leluhurnya. Barangkali bany...
Tuesday, November 28, 2006

din yang universal, bukan mazhab (agama) yang sektarian

›
Din sering diterjemahkan sebagai agama, yang sebenarnya tidak sepenuhnya betul. Sulit mencari padanan katanya dalam bahasa Indonesia, namun ...
Friday, November 24, 2006

kembali ke Quran

›
Aku dijadikan hiasan Aku dipuja dan dikeramatkan Aku dijadikan hadiah dalam perkawinan Aku dilagukan dalam perlombaan Diangkat di atas kepal...
Thursday, November 23, 2006

Tuhan

›
Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang Katakanlah, “Dia adalah Allah yang Esa” Allah, yang Abadi, Mutlak Tidak beranak. Dan tidak ...
Tuesday, November 21, 2006

petunjukNya adalah karunia terbesar

›
Hidayah Allah merupakan karunia yang terbesar yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Petunjuk Tuhan itulah yang senantiasa kita ...
1 comment:

padaNya semata kita berserah diri

›
Sudah seharusnya kita saling mengingatkan agar terhindar dari melakukan ketidak-adilan di mata Sang Pencipta, yaitu menempatkan sekutu di si...
92 comments:
›
Home
View web version

…dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat segala yang kamu kerjakan 57:4

***I***
(Manusia bukanlah tubuh yang berjiwa, tetapi jiwa yang dibungkus tubuh, makhluk spiritual)
Seseorang yang ingin menjadi hambaNya yang dikecualikan dari kerugian, mencoba untuk saling mendukung dalam kebenaran dan kesabaran, di samping beriman dan berbuat kebajikan (103:1-3). Tulisan-tulisan di halaman ini didasarkan pada pemahaman dan atau pengalaman pribadi dan dari berbagai artikel dengan utamanya menggunakan Quran sebagai acuan. Pembaca wajib melakukan verifikasi bagi dirinya sendiri sebelum menganggapnya sebagai kebenaran dengan semangat untuk mendengarkan semua pandangan dan mengikuti yang terbaik. Tuhan adalah sebaik-baik hakim untuk memberikan penilaian... Hilangkan belenggu tradisi dan dogma-dogma agama, gunakan karunia akal pemahaman kita untuk memahami ayat-ayatNya (di Quran dan di alam ini) dengan pikiran yang terbuka. Yakin hanya kata-kataNya walaupun berbeda dengan paham dan praktek nenek moyang, pemimpin agama dan orang kebanyakan dan meskipun harus membuat keputusan yang mengubah hidup... Mudah-mudahan Tuhan memberkati dan menunjuki jalan bagi mereka yang dengan tulus dan sungguh-sungguh mencarinya... Tiada kebahagian yang melebihi keberserah-dirian total dan dekat kepadaNya dalam pengabdian sang hamba pada Penciptanya. .
View my complete profile
Powered by Blogger.